Beranda

Senin, 19 Juni 2023

Aksi Nyata ~ Modul 3.3

3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3


"Perubahan tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama."
- Nadiem Makarim-


Tujuan Pembelajaran Khusus:  

  1. CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata. 
  2. CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut.

Pertanyaan Pemantik:

Bagaimana saya dapat menerapkan rancangan program yang telah saya buat ke dalam bentuk aksi nyata? Langkah-langkah apa yang bisa saya lakukan?

Selamat Ibu/Bapak sekalian! 

Ibu/Bapak telah sampai pada tahapan pembelajaran yang terakhir dari modul ini, yang sekaligus merupakan tahapan terakhir dari keseluruhan rangkaian modul Program Guru Penggerak. Kami yakin, cara pandang baru, pengetahuan, keterampilan, dan sikap-sikap yang telah Ibu/Bapak kembangkan dalam proses belajar selama ini, telah memberi bekal yang cukup untuk memulai aksi perubahan dalam praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan sehari-hari oleh Ibu/Bapak.  Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa, perubahan tidak harus dimulai dari hal yang besar. Kita dapat memulainya melalui langkah-langkah kecil yang dapat kita lakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat kita pengaruhi terlebih dahulu. Lewat perubahan-perubahan kecil yang Ibu/Bapak buat, kami yakin dampak positif akan dapat dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah Ibu/Bapak, yang kemudian mampu menginspirasi lingkungan yang lebih luas.

Di dalam tahapan terakhir ini, Ibu/Bapak akan mulai mewujudkan perubahan kecil tersebut dengan mencoba menerapkan tahapan B dan A dari model prakarsa perubahan  BAGJA  yang telah Ibu/Bapak buat sebelumnya. Mengapa di tahapan aksi nyata ini Ibu/Bapak hanya akan melakukan tahapan B dan A? Hal ini karena tahapan selanjutnya dari proses BAGJA  ini (tahapan GJA) akan diimplementasikan selanjutnya bersamaan dengan saat Ibu/Bapak melakukan kegiatan lokakarya.

Berikut ini adalah panduan bagi Ibu/Bapak dalam mewujudkan aksi nyata tersebut.  

  1. Ibu/Bapak akan mendapatkan waktu selama kurang lebih 1 minggu untuk mengimplementasikan tahapan B (buat pertanyaan) dan A (ambil pelajaran).
  2. Implementasikanlah/lakukanlah tindakan-tindakan dan rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya (kolom C, D, dan E di dalam contoh format BAGJA).
  3. Berdasarkan implementasi atau tindakan yang telah dilakukan tersebut, lihatlah kembali pertanyaan-pertanyaan yang telah dibuat di Tahapan A (Ambil Pelajaran).  Analisalah untuk melihat apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut masih relevan. Lakukan perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.
  4. Setelah dilakukan penyesuaian atau perbaikan (jika memang diperlukan), lanjutkanlah implementasi ke tahapan berikutnya (Tahapan A - Ambil Pelajaran).

Selama menjalankan Aksi Nyata, buatlah sebuah catatan refleksi di setiap akhir tahapan (Tahapan B dan Tahapan A). Gunakan format 4P (peristiwa, perasaan, pembelajaran, dan penerapan ke depan) saat membuat catatan refleksi tersebut.

5. Dokumentasikanlah proses yang terjadi dalam bentuk video. Kemudian unggahlah video tersebut ke kanal YouTube dan PMM Anda (pada menu Bukti Karya).
  1. Kirimkan tautan video yang telah diunggah di YouTube Anda, dan screenshoot (tangkapan layar) bukti Anda telah menambahkan video tersebut ke PMM Anda (pada menu Bukti Karya) sesuai petunjuk di bawah.
  2. Aksi nyata Ibu/Bapak ini akan dinilai dengan menggunakan rubrik penilaian berikut  ini  Rubrik Aksi Nyata.

Catatan refleksi diberi nama mengikuti format berikut: PGP-Angkatan-Wilayah-Nama Lengkap CGP-Kode Modul-Aksi Nyata.
Contoh : PGP-5-Kabupaten Landak-Fredy Mardeni --3.3 --Aksi Nyata.

 

PGP-7-Kabupaten Ngawi-Titik Eka Nurhidayati-3.3-Aksi Nyata

Peristiwa (Facts)

·       Latar belakang

SDN Mangunharjo 4 adalah sekolah tingkat dasar yang berada di lingkungan pedesaan, tepatnya di Dusun Krawut Desa Mangunharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi. Dusun Krawut sendiri berada di perbatasan Kecamatan Ngawi sebelah tenggara, karena tetangga desa adalah Kecamatan Padas dan Kasreman. Karena berada di pojokan maka input murid yang masuk di sekolah kami berasal hanya dari Dusun Krawut saja, karena di kecamatan Kasreman terdapat SD lain yang bisa dibilang dekat dengan SDN Mangunharjo 4. Dengan demikian, jumlah murid di SDN Mangunharjo 4 sangat terbatas, sesuai dengan jumlah kelahiran bayi di dusun tersebut.

Mendapati hal tersebut, sebagai pimpinan baru, saya memikirkan bagaimana cara supaya SDN Mangunharjo 4 lebih dikenal lebih jauh, tidak hanya di dusun Krawut saja, tetapi bisa sampai keluar dusun bahkan sampai keluar kecamatan. Dengan harapan, SDN Mangunharjo 4 bisa mendapatkan murid dari luar daerah kami juga.

Selanjutnya, terdapat salah satu aset dari SDN Mangunharjo 4 yang hampir terbengkalai, yaitu modal fisik (sarana prasarana) berupa peralatan IT yang merupakan bantuan sosial dari pemerintah. Terdapat chromebook sejumlah 15 dan tablet sejumlah 14 yang sudah rusak separuh karen tidak pernah digunakan. Dengan adanya aset tersebut, maka saya berinisiatif menggunakannya untuk kepentingan yang berhubungan dengan dunia digital supaya SDN Mangunharjo 4 dikenal masyarakat luas, selain di dusun Krawut saja.

Aksi nyata modul 3.3 merupakan kelanjutan dari demonstrasi kontekstual. Pada demonstrasi kontekstual saya merencanakan kegiatan MaEm On Cam. MaEm merupakan akronim dari Mangunharjo Empat, sementara On Cam menjelaskan bahwa SDN Mangunharjo 4 selalu eksis di kamera untuk eksis di dunia maya, sehingga bisa menjangkau masyarakat di luar dusun Krawut dan mengangkat nama SDN Mangunharjo 4.

 

·       Yang dilakukan selama aksi nyata & alasan

Yang saya lakukan pada untuk melaksanakan aksi nyata modul ini adalah mengimplementasikan tahapan B (Buat pertanyaan) dan A (Ambil pelajaran).

 

Pada tahapan B, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana sekolah dapat meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?

Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian waktu anak-anak kita saat ini habis dengan gadget yang dimilikinya, di manapun, entah di perkotaan maupun di pedesaan. Oleh karena itu bagaimana sekolah menyalurkan bakat dan minat terhadap teknologi berbasis IT ini, supaya kegiatan dengan peralatan IT menjadi lebih positif. Tindakan yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan guru bagaimana cara meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT dan mengidentifikasi cara meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT. Selanjutnya adalah mengimplementasikan rencana kegiatan yang melibatkan suara/pilihan/kepemilikan murid, yaitu dengan melakukan sesi dialog dengan murid kelas atas untuk mengetahui minat dalam hal media online (Website, Instagram, Facebook, Tik Tok, dan lain-lain) dan kemungkinan menjadi content creator medsos sekolah.

Sementara pada tahapan A, pertanyaan yang muncul adalah kegiatan berbasis IT apa yang bisa meningkatkan kreatifitas murid selama ini? Dan mana kebijakan sekolah yang telah mendukung menyaluran bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka implementasi yang saya lakukan adalah Observasi kegiatan murid dalam bidang teknologi berbasis IT, dalam hal ini terhadap gadget dan memberikan pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk menggali ide dan kreatifitas murid dengan maraknya media online dan platform digital saat ini. Kegiatan yang saya lakukan adalah melakukan curah pendapat bersama murid mengenai kegiatan yang bersifat positif dalam kaitannya dengan media online untuk ikut mem-publish sekolah.

 

·       Hasil aksi nyata yang dilakukan

Hasil aksi nyata saya dapat diakses pada: 

 


 

Setelah saya melakukan aksi nyata implementasi tahapan B dan A maka terbukalah wawasan murid dan murid memberikan suara, menuntukan pilihan dan kepemilikannya terhadap rencana kegiatan MaEm On Cam. Langkah selanjutnya mengindentifikasi berbagai media sosial yang akan dibuat serta mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang bisa diambil untuk diangkat di media sosial serta membentuk tim content creator yang akan mengisi medsos yang akan dibuat nanti. Hasilnya adalah sebagai berikut:

https://s.id/1MV5k

https://vt.tiktok.com/ZSL6kHUE2/

https://vt.tiktok.com/ZSL2VGDRH/

https://www.instagram.com/p/CtdE5CdR9W2/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

https://www.instagram.com/reel/CtdKSVJsG2V/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==

 

 

Perasaan (Feeling)

Saya merasa senang dan bersyukur karena bisa melakukan aksi nyata ini dengan lancar dan murid-murid saya sangat antusias untuk ikut serta mengangkat nama sekolah ke dunia luar. Hal tersebut karena adanya kolaborasi yang baik dari rekan guru dan murid-murid. Senang sekali ketika melihat murid saya aktif menggunakan gadget untuk hal positif, terlebih bisa mem-publish sekolah dengan berbagai kegiatan yang ada.

 

Pembelajaran (Finding)

Pembelajaran yang saya dapat dari pelaksanaan aksi nyata ini yaitu saya dapat menyusun dan mengelola program yang berdampak positif pada murid dengan tahapan BAGJA. BAGJA sangat membantu saya untuk membuat dan melaksanakan program pengembangan kegiatan yang berdampak positif pada murid. Dan dengan terlaksananya program ini, sangatlah diperlukan adanya kolaborasi yang baik dengan kepala sekolah, guru, murid dan semua warga sekolah, terutama orang tua/wali murid karena atas ijin dan kepercayaan orang tua, murid-murid diperkenankan mengunakan gadgetnya untuk keperluan sekolah.

 

Penerapan ke depan (Future)

Rencana kegiatan yang akan diterapkan kedepan agar program yang dilaksanakan dapat berkesinambungan yakni :

1.       supaya tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar, maka perlua adanya penjadwalan yang terprogram.

2.       diperlukan adanya evaluasi guru terhadap konten yang di-publish murid-murid


Dokumentasi





Kegiatan class meeting yang bisa dijadikan konten pada media sosial sekolah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar