3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3
"Perubahan
tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan
menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama."
- Nadiem Makarim-
Tujuan Pembelajaran
Khusus:
- CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat
Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan
B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi
Kontekstual dalam sebuah aksi nyata.
- CGP membuat dokumentasi pelaksanaan
tahapan yang telah dijalankan tersebut.
Pertanyaan
Pemantik:
Bagaimana
saya dapat menerapkan rancangan program yang telah saya buat ke dalam bentuk
aksi nyata? Langkah-langkah apa yang bisa saya lakukan?
Selamat Ibu/Bapak sekalian!
Ibu/Bapak
telah sampai pada tahapan pembelajaran yang terakhir dari modul ini, yang
sekaligus merupakan tahapan terakhir dari keseluruhan rangkaian modul Program
Guru Penggerak. Kami yakin, cara pandang baru, pengetahuan, keterampilan, dan
sikap-sikap yang telah Ibu/Bapak kembangkan dalam proses belajar selama ini,
telah memberi bekal yang cukup untuk memulai aksi perubahan dalam
praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan sehari-hari oleh Ibu/Bapak.
Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa, perubahan tidak harus dimulai dari
hal yang besar. Kita dapat memulainya melalui langkah-langkah kecil yang dapat
kita lakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat kita pengaruhi
terlebih dahulu. Lewat perubahan-perubahan kecil yang Ibu/Bapak buat, kami
yakin dampak positif akan dapat dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah
Ibu/Bapak, yang kemudian mampu menginspirasi lingkungan yang lebih luas.
Di dalam tahapan terakhir ini,
Ibu/Bapak akan mulai mewujudkan perubahan kecil tersebut dengan mencoba
menerapkan tahapan B dan A dari model prakarsa perubahan BAGJA yang
telah Ibu/Bapak buat sebelumnya. Mengapa di tahapan aksi nyata ini Ibu/Bapak
hanya akan melakukan tahapan B dan A? Hal ini karena tahapan selanjutnya dari
proses BAGJA ini (tahapan GJA) akan diimplementasikan selanjutnya
bersamaan dengan saat Ibu/Bapak melakukan kegiatan lokakarya.
Berikut
ini adalah panduan bagi Ibu/Bapak dalam mewujudkan aksi nyata tersebut.
- Ibu/Bapak akan mendapatkan waktu selama
kurang lebih 1 minggu untuk mengimplementasikan tahapan B (buat
pertanyaan) dan A (ambil pelajaran).
- Implementasikanlah/lakukanlah
tindakan-tindakan dan rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya (kolom
C, D, dan E di dalam contoh format
BAGJA).
- Berdasarkan implementasi atau tindakan
yang telah dilakukan tersebut, lihatlah kembali pertanyaan-pertanyaan yang
telah dibuat di Tahapan A (Ambil Pelajaran). Analisalah untuk
melihat apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut masih relevan. Lakukan
perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.
- Setelah dilakukan penyesuaian atau
perbaikan (jika memang diperlukan), lanjutkanlah implementasi ke tahapan
berikutnya (Tahapan A - Ambil Pelajaran).
Selama menjalankan Aksi Nyata, buatlah sebuah catatan refleksi di setiap akhir tahapan (Tahapan B dan Tahapan A). Gunakan format 4P (peristiwa, perasaan, pembelajaran, dan penerapan ke depan) saat membuat catatan refleksi tersebut.
5. Dokumentasikanlah proses yang terjadi dalam bentuk video. Kemudian unggahlah video tersebut ke kanal YouTube dan PMM Anda (pada menu Bukti Karya).
- Kirimkan tautan video yang telah diunggah di YouTube Anda,
dan screenshoot (tangkapan layar) bukti Anda telah
menambahkan video tersebut ke PMM Anda (pada menu
Bukti Karya) sesuai petunjuk di bawah.
- Aksi nyata Ibu/Bapak ini akan dinilai dengan
menggunakan rubrik penilaian berikut ini Rubrik
Aksi Nyata.
Catatan
refleksi diberi nama mengikuti format berikut: PGP-Angkatan-Wilayah-Nama
Lengkap CGP-Kode Modul-Aksi Nyata.
Contoh : PGP-5-Kabupaten Landak-Fredy Mardeni --3.3 --Aksi Nyata.
PGP-7-Kabupaten Ngawi-Titik Eka Nurhidayati-3.3-Aksi Nyata
Peristiwa (Facts)
SDN
Mangunharjo 4 adalah sekolah tingkat dasar yang berada di lingkungan pedesaan,
tepatnya di Dusun Krawut Desa Mangunharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.
Dusun Krawut sendiri berada di perbatasan Kecamatan Ngawi sebelah tenggara,
karena tetangga desa adalah Kecamatan Padas dan Kasreman. Karena berada di
pojokan maka input murid yang masuk di sekolah kami berasal hanya dari Dusun
Krawut saja, karena di kecamatan Kasreman terdapat SD lain yang bisa dibilang
dekat dengan SDN Mangunharjo 4. Dengan demikian, jumlah murid di SDN
Mangunharjo 4 sangat terbatas, sesuai dengan jumlah kelahiran bayi di dusun
tersebut.
Mendapati
hal tersebut, sebagai pimpinan baru, saya memikirkan bagaimana cara supaya SDN
Mangunharjo 4 lebih dikenal lebih jauh, tidak hanya di dusun Krawut saja,
tetapi bisa sampai keluar dusun bahkan sampai keluar kecamatan. Dengan
harapan, SDN Mangunharjo 4 bisa mendapatkan murid dari luar daerah kami juga.
Selanjutnya, terdapat salah satu aset dari
SDN Mangunharjo 4 yang hampir terbengkalai, yaitu modal fisik (sarana
prasarana) berupa peralatan IT yang merupakan bantuan sosial dari pemerintah.
Terdapat chromebook sejumlah 15 dan tablet sejumlah 14 yang sudah rusak separuh
karen tidak pernah digunakan. Dengan adanya aset tersebut, maka saya berinisiatif
menggunakannya untuk kepentingan yang berhubungan dengan dunia digital supaya
SDN Mangunharjo 4 dikenal masyarakat luas, selain di dusun Krawut saja.
Aksi nyata modul 3.3 merupakan kelanjutan
dari demonstrasi kontekstual. Pada demonstrasi kontekstual saya merencanakan
kegiatan MaEm On Cam. MaEm merupakan akronim dari Mangunharjo Empat, sementara
On Cam menjelaskan bahwa SDN Mangunharjo 4 selalu eksis di kamera untuk eksis
di dunia maya, sehingga bisa menjangkau masyarakat di luar dusun Krawut dan
mengangkat nama SDN Mangunharjo 4.
·
Yang dilakukan selama aksi nyata & alasan
Yang saya lakukan pada untuk melaksanakan
aksi nyata modul ini adalah mengimplementasikan tahapan B (Buat pertanyaan) dan
A (Ambil pelajaran).
Pada tahapan B, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana sekolah dapat meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?
Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian waktu anak-anak kita
saat ini habis dengan gadget yang dimilikinya, di manapun, entah di perkotaan
maupun di pedesaan. Oleh karena itu bagaimana sekolah menyalurkan bakat dan
minat terhadap teknologi berbasis IT ini, supaya kegiatan dengan peralatan IT
menjadi lebih positif. Tindakan yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan guru
bagaimana cara meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan
minat murid dalam teknologi berbasis IT dan mengidentifikasi cara meningkatkan
kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi
berbasis IT. Selanjutnya adalah mengimplementasikan rencana kegiatan yang
melibatkan suara/pilihan/kepemilikan murid, yaitu dengan melakukan sesi dialog
dengan murid kelas atas untuk mengetahui minat dalam hal media online
(Website, Instagram, Facebook, Tik Tok, dan lain-lain) dan kemungkinan menjadi content
creator medsos sekolah.
Sementara pada tahapan A, pertanyaan
yang muncul adalah kegiatan berbasis IT apa yang bisa meningkatkan kreatifitas
murid selama ini? Dan mana kebijakan sekolah yang telah mendukung menyaluran
bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka
implementasi yang saya lakukan adalah Observasi kegiatan murid dalam bidang
teknologi berbasis IT, dalam hal ini terhadap gadget dan memberikan
pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk menggali ide dan kreatifitas murid dengan
maraknya media online dan platform digital saat ini. Kegiatan yang saya lakukan
adalah melakukan curah pendapat bersama murid mengenai kegiatan yang bersifat
positif dalam kaitannya dengan media online untuk ikut mem-publish sekolah.
·
Hasil aksi nyata yang dilakukan
Hasil aksi nyata saya dapat diakses pada:
Setelah saya melakukan aksi nyata
implementasi tahapan B dan A maka terbukalah wawasan murid dan murid memberikan
suara, menuntukan pilihan dan kepemilikannya terhadap rencana kegiatan MaEm On
Cam. Langkah selanjutnya mengindentifikasi berbagai media sosial yang akan
dibuat serta mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang bisa diambil untuk
diangkat di media sosial serta membentuk tim content creator yang akan
mengisi medsos yang akan dibuat nanti. Hasilnya adalah sebagai berikut:
https://vt.tiktok.com/ZSL6kHUE2/
https://vt.tiktok.com/ZSL2VGDRH/
https://www.instagram.com/p/CtdE5CdR9W2/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
https://www.instagram.com/reel/CtdKSVJsG2V/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
Perasaan (Feeling)
Saya merasa senang dan bersyukur karena bisa melakukan aksi
nyata ini dengan lancar dan murid-murid saya sangat antusias untuk ikut serta
mengangkat nama sekolah ke dunia luar. Hal tersebut karena adanya kolaborasi yang
baik dari rekan guru dan murid-murid. Senang sekali ketika melihat murid saya
aktif menggunakan gadget untuk hal positif, terlebih bisa mem-publish sekolah
dengan berbagai kegiatan yang ada.
Pembelajaran (Finding)
Pembelajaran yang saya dapat dari pelaksanaan aksi nyata ini
yaitu saya dapat menyusun dan mengelola program yang berdampak positif pada
murid dengan tahapan BAGJA. BAGJA sangat membantu saya untuk membuat dan
melaksanakan program pengembangan kegiatan yang berdampak positif pada murid. Dan
dengan terlaksananya program ini, sangatlah diperlukan adanya kolaborasi yang
baik dengan kepala sekolah, guru, murid dan semua warga sekolah, terutama orang
tua/wali murid karena atas ijin dan kepercayaan orang tua, murid-murid
diperkenankan mengunakan gadgetnya untuk keperluan sekolah.
Penerapan ke depan (Future)
Rencana kegiatan yang akan diterapkan kedepan agar program
yang dilaksanakan dapat berkesinambungan yakni :
1.
supaya tidak mengganggu kegiatan belajar
mengajar, maka perlua adanya penjadwalan yang terprogram.
2.
diperlukan adanya evaluasi guru terhadap konten
yang di-publish murid-murid





Tidak ada komentar:
Posting Komentar