Beranda
Minggu, 26 November 2023
Selasa, 11 Juli 2023
Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Keempat Belas
Bismillahirahmanirrahim
Salam dan bahagia..
Pembaca yang budiman.. sekali lagi mohon maaf jika jurnal keempat belas ini juga terlambat seperti jurnal ketiga belas yang lalu. Hal ini karena kesibukan mempersiapkan lokakarya 7 dan panen karya, lalu pelaksanaan acara tersebut dan sedikit kecapekan 😁
Pembaca yang berbahagia, di Jurnal Refleksi Dwimingguan ini adalah tugas membuat jurnal yang terakhir dalam PGP Angkatan 7. Namun saya akan berusaha memelihara praktik baik ini untuk berbagi kepada Anda semua. Insya Allah. Jurnal ini masih akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan kami selama dua minggu dalam mempelajari modul dalam LMS. Jurnal refleksi ini dibuat dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.
Facts (Peristiwa)
Rabu, 21 Juni 2023
Pada hari ini adalah jadwal terakhir waktu pengumpulan Aksi Nyata Modul 3.3. Tujuan Pembelajaran Khusus pada aksi nyata ini adalah:
- CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi Kontekstual dalam sebuah aksi nyata.
- CGP membuat dokumentasi pelaksanaan tahapan yang telah dijalankan tersebut.
Sabtu, 24 Juni 2023
Pada hari Sabtu ini adalah jadwal Lokakarya 6 dan kelas saya, 266A, mendapatkan tempat di SMK PGRI 1 Ngawi. Lokakarya 6 ini membahas tentang program yang akan direncanakan dikembangkan di sekolah masing-masing. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih Calon Guru Penggerak dalam mebuat Rencana Proggram Pengembangan Sekolah yang harus dikumpulkan setelah pelaksanaan lokakarya 7 nanti. Dengan demikian, saya mendapatkan ilmu yang berharga dalam membuat program tersebut. Berikut dokumentasinya:
Pada hari ini merupakan jadwal untuk lokakarya 7, di mana pada lokakarya kali ini berbeda karena pelaksanaannya di SMPN 1 Ngawi dan SMPN 2 Ngawi, sementara biasanya dilaksanakan di SDN margomulyo 1 dan SMK PGRI 1 Ngawi. Kelas 266A berada pada kelompok Ngawi 1 sehingga mendapatkan tempat di SMPN 2 Ngawi. Lokakarya ini juga tidak sampai sore seperti biasanya, yaitu sampai pukul 11.30 karena waktu setelah Sholat Jumat digunakan untuk mempersiapkan panen karya keesokan harinya. Lokakarya 7 ini merupakan kegiatan refleksi terhadap pelaksanaan PGP selama ini. Berikut adalah dokumentasinya:
Sabtu, 8 Juli 2023
Sabtu, 8 Juli ini merupakan jadwal Panen Karya yang dinanti-nantikan. Panen karya ini merupakan panen seluruh karya yang sudah dihasilkan selama belajar pada PGP Angkatan 7. Sedangkan pelaksanaannya adalah di Gedung Eka Kapti Jl. Jaksa Agung Suprapto No. 7 Ngawi. Beberapa hari sebelumnya, kami sekelas 266A mempersiapkan stand beserta isinya. Kolaborasi yang luar biasa memberikan stand yang luar biasa juga. Berikut dokumentasinya:
![]() |
| Flyer Kelas 266A |
![]() |
| Kolaborasi apik dalam mempersiapkan stand |
![]() ![]() |
| Bersama Bapak Jarot Suseno (fasilitator) dan Ibu Sri Lestariyani (Pengajar Praktik) kami |
![]() |
| Bersama Bapak Bupati Ngawi dan Kepala BBGP Jawa Timur |

![]() |
| Saya dan tim (kelas 266A), di mana saya dan teman (Betty Idayanti) berbusana tari |
Saya dan bu Betty bersama 4 rekan lainnya, kebetulan menjadi penyaji tari setelah tamu utama (bupati dan kepala BBGP Jatim) memasuki ruangan panen karya. Berikut sedikit dokumentasinya:
Feels (Perasaan)
Perasaan yang saya rasakan selama mengikuti Program Guru Penggerak ini mungkin tidak bisa terkatakan, karena ilmu-ilmu yang disampaikan pada program ini sungguh luar biasa. Merubah mindset saya dan rekan-rekan, sehingga banyak sekali perubahan-perubahan menuju hal positif untuk perbaikan pendidikan di lingkup terkecil yaitu kelas dan sekolah kami, dan pastinya lingkup terluas yaitu pendidikan nasional di seluruh Indonesia. Saya sangat berharap bisa terus konsisten menerapkan semua ilmu yang telah saya dapatkan.
Findings (Pembelajaran)
Dengan mempelajari modul-modul di Program Guru Penggerak ini, saya mendapati materi yang berdampak positif bagi saya pribadi, maupun bagi pengembangan program yang berdampak positif pada murid. Materi-materi tersebut bisa menuntun kami untuk berbuat lebih baik lagi demi pendidikan dan generasi mendatang, generasi penerus bangsa ini, untuk Indonesia Jaya.
Future (Penerapan)
Setelah menjalani pendidikan di Program Guru Penggerak ini, ke depannya saya akan membuat program yang berdampak positif bagi murid, yang berpihak pada murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dengan memanfaatkan aset ataupun sumber daya yang ada di sekolah dan sekitarnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara bisa terwujud. Berikut adalah rencana program pengembangan untuk sekolah saya yang akan konsisten diprogramkan setiap semesternya:
Pembaca yang berbahagia, sekian jurnal terakhir saya di PGP Angkatan 7 ini. Besar harapan saya semoga bermanfaat untuk pembaca semuanya. Mohon maaf apabila banyak terdapat kesalahan dan kekurangsempurnaan.
Salam dan bahagia ^_^
Ngawi, 11 Juli 2023
Selasa, 20 Juni 2023
Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Ketiga Belas
Bismillahirahmanirrahim
Salam dan bahagia..
Pembaca yang budiman.. mohon maaf jika jurnal ini terlambat beberapa hari. Saya benar=benar lupa dengan jika masih harus membuat jurnal. Mungkin euforia PGP yang hampir selesai dan tugas lainnya yang juga menumpuk sehingga lupa harus membuat jurnal. Selain itu, terjadwal biasanya pembuatan jurnal adalah bersamaan dengan giat lokakarya, namun karena giat Lokakarya 6 ditunda tanggal 24 Juni, maka sebagai manusia biasa saya lupa 😀
Pembaca yang berbhagia, di Jurnal Refleksi Dwimingguan ini masih akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan kami selama dua minggu dalam mempelajari modul dalam LMS. Jurnal refleksi ini dibuat dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. Pada jurnal ketiga belas ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, karena modul yang kami pelajari sudah selesai. Dengan demikian, mungkin tidak banyak lagi kegiatan yang bisa saya sampaikan di sini.
Facts (Peristiwa)
Senin, 5 Juni 2023
Pada hari Senin ini merupakan jadwal due date tugas Koneksi Antarmateri Modul 3.3. Dengan Tujuan Pembelajaran Khususnya supaya CGP dapat melakukan koneksi antarmateri yang telah dipelajari dari modul-modul sebelumnya untuk membuat sintesa pemahaman tentang program sekolah yang berdampak pada murid. Dan Pertanyaan Pemantik "Bagaimana saya dapat mengaitkan intisari dari materi modul-modul guru penggerak yang telah saya pelajari untuk menjadi landasan teori bagi rencana program/kegiatan yang berdampak pada murid yang saya buat?"
Hasil Koneksi Antarmateri Modul 3.3 saya dapat diakses melalui https://s.id/KAM3_3
Pada hari ini adalah jadwal tenggat waktu pengumpulan Aksi Nyata Modul 2.3. Tujuan Pembelajaran Khusus pada aksi nyata ini adalah CGP mempraktikkan rangkaian supervisi akademik dalam pembelajaran dengan menggunakan paradigma berpikir coaching dan melakukan refleksi terhadap praktik supervisi akademik tersebut. Dengan demikian saya melaksanakan supervisi akademik kepada rekan sejawat saya, yang sudah saya laksanakan bulan Mei lalu. Berikut adalah rangkaian kegiatan dalam rangka pengerjaan Aksi Nyata Modul 2.3 yang sudah saya muat pada jurnal sebelum ini.
Kamis, 25 Mei 2023
Pada hari Kamis, 25 Mei 2023 ini adalah jadwal untuk Pendampingan Individu ke-5. Dengan pengajar praktik Ibu Sri Lestariyani saya melakukan coaching pasca-observasi. Coaching ini merupakan lanjutan dari serangkaian Aksi Nyata modul 2.3, yaitu dari coaching pra observasi dan observasi yang sudah saya laksanakan sebelumnya. Selanjutnya hasil dari aksi nyata sudah saya upload di youtube dan di bukti karya PMM. Berikut adalah dokumentasi PI-5 dan screenshot upload di PMM:
Sedangkan berikut adalah tautan Aksi Nyata Modul 2.3 : https://youtu.be/YjofNGCwnvU
Kamis, 15 Juni 2023
Kamis, 15 Juni ini merupakan jadwal Pendampingan Individu ke-6 atau terakhir. Pada kegiatan PI-6 ini, Pengajar Praktik saya, yaitu Ibu Sri Lestariyani, melakukan wawancara terkait pelaksanaan penggalian aset dalam rangka pengerjaan Aksi Nyata Modul 2.3 dan pemberian umpan balik dari berbagai pihak (murid, rekan sejawat dan kepala sekolah). Selain itu, beliau juga mewawancarai salah satu guru di sekolah saya untuk mengetahui apakah ada perubahan ke hal yang positif terkait keberadaan saya sebagai seorang CGP. Berikut dokumentasinya:
![]() |
| Wawancara dengan CGP |
![]() |
| Wawancara dengan rekan guru |
![]() |
| Berfoto bersama dengan guru-guru SDN Mangunharjo 4 |
Feels (Perasaan)
Perasaan yang saya rasakan selama mengikuti Program Guru Penggerak ini mungkinj tidak bisa terkatakan, karena ilmu-ilmu yang disampaiakn pada program ini sungguh luar biasa. Merubah mindset saya dan rekan-rekan, sehingga banyak sekali perubahan-perubahan menuju hal positif untuk perbaikan pendidikan di lingkup terkecil yaitu kelas dan sekolah kami, dan pastinya lingkup terluas yaitu pendidikan nasional di seluruh Indonesia.
Findings (Pembelajaran)
Dengan mempelajari modul-modul di Program Guru Penggerak ini, saya mendapati materi yang berdampak positif bagi pembelajaran kami. Materi-materi tersebut bisa menuntun kami untuk berbuat lebih baik lagi demi pendidikan dan generasi mendatang, generasi penerus bangsa ini, untuk Indonesia Jaya.
Future (Penerapan)
Setelah menjalani pendidikan di Program Guru Penggerak ini, ke depannya saya akan membuat program yang berdampak positif bagi murid, yang berpihak pada murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila dengan memanfaatkan aset ataupun sumber daya yang ada di sekolah dan sekitarnya. Dengan demikian, tujuan pendidikan berdasarkan filosofi Ki Hajar Dewantara bisa terwujud.
Pembaca yang berbahagia, sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan ketiga belas pada Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7 ini. Besar harapan saya semoga bermanfaat untuk pembaca semuanya.
Salam dan bahagia ^_^
Ngawi, 20 Juni 2023
Senin, 19 Juni 2023
Aksi Nyata ~ Modul 3.3
3.3.a.9. Aksi Nyata - Modul 3.3
"Perubahan
tidak dapat dimulai dari atas. Semuanya berawal dan berakhir dari guru. Jangan
menunggu aba-aba, jangan menunggu perintah. Ambillah langkah pertama."
- Nadiem Makarim-
Tujuan Pembelajaran
Khusus:
- CGP dapat menjalankan tahapan B (Buat
Pertanyaan) & A (Ambil Pelajaran) berdasarkan model prakarsa perubahan
B-A-G-J-A yang telah dibuat sebelumnya pada tahapan Demonstrasi
Kontekstual dalam sebuah aksi nyata.
- CGP membuat dokumentasi pelaksanaan
tahapan yang telah dijalankan tersebut.
Pertanyaan
Pemantik:
Bagaimana
saya dapat menerapkan rancangan program yang telah saya buat ke dalam bentuk
aksi nyata? Langkah-langkah apa yang bisa saya lakukan?
Selamat Ibu/Bapak sekalian!
Ibu/Bapak
telah sampai pada tahapan pembelajaran yang terakhir dari modul ini, yang
sekaligus merupakan tahapan terakhir dari keseluruhan rangkaian modul Program
Guru Penggerak. Kami yakin, cara pandang baru, pengetahuan, keterampilan, dan
sikap-sikap yang telah Ibu/Bapak kembangkan dalam proses belajar selama ini,
telah memberi bekal yang cukup untuk memulai aksi perubahan dalam
praktik-praktik pembelajaran yang dilakukan sehari-hari oleh Ibu/Bapak.
Kami hanya ingin mengingatkan kembali bahwa, perubahan tidak harus dimulai dari
hal yang besar. Kita dapat memulainya melalui langkah-langkah kecil yang dapat
kita lakukan dalam lingkungan yang secara langsung dapat kita pengaruhi
terlebih dahulu. Lewat perubahan-perubahan kecil yang Ibu/Bapak buat, kami
yakin dampak positif akan dapat dirasakan oleh komunitas belajar di sekolah
Ibu/Bapak, yang kemudian mampu menginspirasi lingkungan yang lebih luas.
Di dalam tahapan terakhir ini,
Ibu/Bapak akan mulai mewujudkan perubahan kecil tersebut dengan mencoba
menerapkan tahapan B dan A dari model prakarsa perubahan BAGJA yang
telah Ibu/Bapak buat sebelumnya. Mengapa di tahapan aksi nyata ini Ibu/Bapak
hanya akan melakukan tahapan B dan A? Hal ini karena tahapan selanjutnya dari
proses BAGJA ini (tahapan GJA) akan diimplementasikan selanjutnya
bersamaan dengan saat Ibu/Bapak melakukan kegiatan lokakarya.
Berikut
ini adalah panduan bagi Ibu/Bapak dalam mewujudkan aksi nyata tersebut.
- Ibu/Bapak akan mendapatkan waktu selama
kurang lebih 1 minggu untuk mengimplementasikan tahapan B (buat
pertanyaan) dan A (ambil pelajaran).
- Implementasikanlah/lakukanlah
tindakan-tindakan dan rencana-rencana yang telah dibuat sebelumnya (kolom
C, D, dan E di dalam contoh format
BAGJA).
- Berdasarkan implementasi atau tindakan
yang telah dilakukan tersebut, lihatlah kembali pertanyaan-pertanyaan yang
telah dibuat di Tahapan A (Ambil Pelajaran). Analisalah untuk
melihat apakah pertanyaan-pertanyaan tersebut masih relevan. Lakukan
perbaikan atau penyesuaian jika diperlukan.
- Setelah dilakukan penyesuaian atau
perbaikan (jika memang diperlukan), lanjutkanlah implementasi ke tahapan
berikutnya (Tahapan A - Ambil Pelajaran).
Selama menjalankan Aksi Nyata, buatlah sebuah catatan refleksi di setiap akhir tahapan (Tahapan B dan Tahapan A). Gunakan format 4P (peristiwa, perasaan, pembelajaran, dan penerapan ke depan) saat membuat catatan refleksi tersebut.
5. Dokumentasikanlah proses yang terjadi dalam bentuk video. Kemudian unggahlah video tersebut ke kanal YouTube dan PMM Anda (pada menu Bukti Karya).
- Kirimkan tautan video yang telah diunggah di YouTube Anda,
dan screenshoot (tangkapan layar) bukti Anda telah
menambahkan video tersebut ke PMM Anda (pada menu
Bukti Karya) sesuai petunjuk di bawah.
- Aksi nyata Ibu/Bapak ini akan dinilai dengan
menggunakan rubrik penilaian berikut ini Rubrik
Aksi Nyata.
Catatan
refleksi diberi nama mengikuti format berikut: PGP-Angkatan-Wilayah-Nama
Lengkap CGP-Kode Modul-Aksi Nyata.
Contoh : PGP-5-Kabupaten Landak-Fredy Mardeni --3.3 --Aksi Nyata.
PGP-7-Kabupaten Ngawi-Titik Eka Nurhidayati-3.3-Aksi Nyata
Peristiwa (Facts)
SDN
Mangunharjo 4 adalah sekolah tingkat dasar yang berada di lingkungan pedesaan,
tepatnya di Dusun Krawut Desa Mangunharjo Kecamatan Ngawi Kabupaten Ngawi.
Dusun Krawut sendiri berada di perbatasan Kecamatan Ngawi sebelah tenggara,
karena tetangga desa adalah Kecamatan Padas dan Kasreman. Karena berada di
pojokan maka input murid yang masuk di sekolah kami berasal hanya dari Dusun
Krawut saja, karena di kecamatan Kasreman terdapat SD lain yang bisa dibilang
dekat dengan SDN Mangunharjo 4. Dengan demikian, jumlah murid di SDN
Mangunharjo 4 sangat terbatas, sesuai dengan jumlah kelahiran bayi di dusun
tersebut.
Mendapati
hal tersebut, sebagai pimpinan baru, saya memikirkan bagaimana cara supaya SDN
Mangunharjo 4 lebih dikenal lebih jauh, tidak hanya di dusun Krawut saja,
tetapi bisa sampai keluar dusun bahkan sampai keluar kecamatan. Dengan
harapan, SDN Mangunharjo 4 bisa mendapatkan murid dari luar daerah kami juga.
Selanjutnya, terdapat salah satu aset dari
SDN Mangunharjo 4 yang hampir terbengkalai, yaitu modal fisik (sarana
prasarana) berupa peralatan IT yang merupakan bantuan sosial dari pemerintah.
Terdapat chromebook sejumlah 15 dan tablet sejumlah 14 yang sudah rusak separuh
karen tidak pernah digunakan. Dengan adanya aset tersebut, maka saya berinisiatif
menggunakannya untuk kepentingan yang berhubungan dengan dunia digital supaya
SDN Mangunharjo 4 dikenal masyarakat luas, selain di dusun Krawut saja.
Aksi nyata modul 3.3 merupakan kelanjutan
dari demonstrasi kontekstual. Pada demonstrasi kontekstual saya merencanakan
kegiatan MaEm On Cam. MaEm merupakan akronim dari Mangunharjo Empat, sementara
On Cam menjelaskan bahwa SDN Mangunharjo 4 selalu eksis di kamera untuk eksis
di dunia maya, sehingga bisa menjangkau masyarakat di luar dusun Krawut dan
mengangkat nama SDN Mangunharjo 4.
·
Yang dilakukan selama aksi nyata & alasan
Yang saya lakukan pada untuk melaksanakan
aksi nyata modul ini adalah mengimplementasikan tahapan B (Buat pertanyaan) dan
A (Ambil pelajaran).
Pada tahapan B, pertanyaan yang muncul adalah bagaimana sekolah dapat meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?
Tidak dapat dipungkiri bahwa sebagian waktu anak-anak kita
saat ini habis dengan gadget yang dimilikinya, di manapun, entah di perkotaan
maupun di pedesaan. Oleh karena itu bagaimana sekolah menyalurkan bakat dan
minat terhadap teknologi berbasis IT ini, supaya kegiatan dengan peralatan IT
menjadi lebih positif. Tindakan yang saya lakukan adalah berdiskusi dengan guru
bagaimana cara meningkatkan kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan
minat murid dalam teknologi berbasis IT dan mengidentifikasi cara meningkatkan
kreatifitas murid, sekaligus menyalurkan bakat dan minat murid dalam teknologi
berbasis IT. Selanjutnya adalah mengimplementasikan rencana kegiatan yang
melibatkan suara/pilihan/kepemilikan murid, yaitu dengan melakukan sesi dialog
dengan murid kelas atas untuk mengetahui minat dalam hal media online
(Website, Instagram, Facebook, Tik Tok, dan lain-lain) dan kemungkinan menjadi content
creator medsos sekolah.
Sementara pada tahapan A, pertanyaan
yang muncul adalah kegiatan berbasis IT apa yang bisa meningkatkan kreatifitas
murid selama ini? Dan mana kebijakan sekolah yang telah mendukung menyaluran
bakat dan minat murid dalam teknologi berbasis IT?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka
implementasi yang saya lakukan adalah Observasi kegiatan murid dalam bidang
teknologi berbasis IT, dalam hal ini terhadap gadget dan memberikan
pertanyaan-pertanyaan terbuka untuk menggali ide dan kreatifitas murid dengan
maraknya media online dan platform digital saat ini. Kegiatan yang saya lakukan
adalah melakukan curah pendapat bersama murid mengenai kegiatan yang bersifat
positif dalam kaitannya dengan media online untuk ikut mem-publish sekolah.
·
Hasil aksi nyata yang dilakukan
Hasil aksi nyata saya dapat diakses pada:
Setelah saya melakukan aksi nyata
implementasi tahapan B dan A maka terbukalah wawasan murid dan murid memberikan
suara, menuntukan pilihan dan kepemilikannya terhadap rencana kegiatan MaEm On
Cam. Langkah selanjutnya mengindentifikasi berbagai media sosial yang akan
dibuat serta mengidentifikasi kegiatan-kegiatan yang bisa diambil untuk
diangkat di media sosial serta membentuk tim content creator yang akan
mengisi medsos yang akan dibuat nanti. Hasilnya adalah sebagai berikut:
https://vt.tiktok.com/ZSL6kHUE2/
https://vt.tiktok.com/ZSL2VGDRH/
https://www.instagram.com/p/CtdE5CdR9W2/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
https://www.instagram.com/reel/CtdKSVJsG2V/?igshid=MzRlODBiNWFlZA==
Perasaan (Feeling)
Saya merasa senang dan bersyukur karena bisa melakukan aksi
nyata ini dengan lancar dan murid-murid saya sangat antusias untuk ikut serta
mengangkat nama sekolah ke dunia luar. Hal tersebut karena adanya kolaborasi yang
baik dari rekan guru dan murid-murid. Senang sekali ketika melihat murid saya
aktif menggunakan gadget untuk hal positif, terlebih bisa mem-publish sekolah
dengan berbagai kegiatan yang ada.
Pembelajaran (Finding)
Pembelajaran yang saya dapat dari pelaksanaan aksi nyata ini
yaitu saya dapat menyusun dan mengelola program yang berdampak positif pada
murid dengan tahapan BAGJA. BAGJA sangat membantu saya untuk membuat dan
melaksanakan program pengembangan kegiatan yang berdampak positif pada murid. Dan
dengan terlaksananya program ini, sangatlah diperlukan adanya kolaborasi yang
baik dengan kepala sekolah, guru, murid dan semua warga sekolah, terutama orang
tua/wali murid karena atas ijin dan kepercayaan orang tua, murid-murid
diperkenankan mengunakan gadgetnya untuk keperluan sekolah.
Penerapan ke depan (Future)
Rencana kegiatan yang akan diterapkan kedepan agar program
yang dilaksanakan dapat berkesinambungan yakni :
1.
supaya tidak mengganggu kegiatan belajar
mengajar, maka perlua adanya penjadwalan yang terprogram.
2.
diperlukan adanya evaluasi guru terhadap konten
yang di-publish murid-murid
Selasa, 06 Juni 2023
Aksi Nyata ~ Modul 3.1
Salam dan bahagia..
Pembaca yang
berbahagia, pemaparan materi dalam program guru penggerak menggunakan alur
MERDEKA, yang merupakan akronim dari Mulai dari Dari, Eksplorasi konsep, Ruang
kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antarmateri,
dan Aksi nyata. Artikel kali ini akan membahas tentang Aksi Nyata Modul 3.1. Selamat membaca 😊
Tujuan Pembelajaran Khusus dari kegiatan ini adalah Calon Guru Penggerak dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP.
Sedangkan instruksi penugasannya adalah sebagai berikut:
Pada tahapan akhir dari siklus pembelajaran MERDEKA, Bapak/Ibu CGP akan mendapat kesempatan untuk mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP.
Anda tidak ditugaskan untuk melaporkan implementasinya melalui LMS. Anda akan berkesempatan untuk mendiskusikan pengalaman dan refleksi dari aksi nyata ini bersama pendamping pada saat pendampingan individu kelima.
Di samping itu, Anda juga diharapkan dapat membagikan pengalaman dan pengetahuan yang didapat selama mempelajari modul ini melalui berbagai media, termasuk situs portofolio digital Anda, agar jiwa dari pengambilan keputusan sebagai pemimpin bisa semakin kuat, dikenal, dipahami, serta dipraktikkan di Indonesia.
Dengan berbekal materi pada modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin dan berlandaskan materi pada modul-modul sebelumnya, maka berikut adalah Aksi Nyata yang saya praktikkan.
Setelah melakukan aksi nyata modul 3.1. diharapkan Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran awalnya merasa akan mengalami kesulitan, terutama dalam memberikan pemahaman awal terkait materi dan pelaksanaan kegiatan. Akan tetapi, dengan penerimaan yang baik dari bapak/ibu guru, saat pelaksanaan perasaan lebih lega dan tenang. Hal ini karena sesuai rencana yaitu kolaborasi atau bersamaan dengan kegiatan lain sejenis yang dilaksanakan sejawat untuk efektivitas waktu. Demikian halnya setelah aksi nyata selesai. Perasaan bahagia sekaligus tertantang menjaga dan meningkatkan pemahaman diri dan sejawat terkait pengambilan keputusan.
Pembaca yang berbahagia, demikianlah aksi nyata modul 3.1. Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran ini disusun. Ada harapan hal-hal kecil yang dilakukan dapat membawa ke perubahan besar yang lebih baik ke depannya. Aamiin 😊👐
Salam dan bahagia ^_^


































