Beranda

Sabtu, 17 Desember 2022

Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Keempat

Bismillahirahmanirrahim

Logo_Pendidikan_Guru_Penggerak-Final-removebg-preview.png

Pada hari ini, Sabtu, 17 Desember 2022, Program Guru Penggerak Angkatan 7 sudah berjalan dua bulan. Dengan demikian, sampailah pada tugas Jurnal Dwimingguan yang keempat. Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak yang berisi tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan dalam satu modul. Sebagai calon guru penggerak, saya akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.3. dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

 

Pada dwiminggu keempat ini, kami telah mempelajari akhir modul 1.3, yaitu tentang Visi Guru Penggerak dan modul 1.4, tentang Budaya Positif. Materi-materi yang luar biasa menggugah dan mencerahkan bagi kami peserta PGP. Selain seorang calon guru penggerak diharapkan mempunyai visi yang bisa menggetarkan hati siapapun yang membacanya, juga diharapkan bisa menerapkan budaya positif. Secara rinci materi tentang Budaya Positif ini dengan mempelajari Teori Kontrol, Makna Disiplin, Nilai-nilai Kebajikan, Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi, Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas, Segitiga Restitusi serta Posisi Lima Kontrol.

 

 

Facts (Peristiwa)

Senin, 5 Desember 2022 

Refleksi Dwimingguan ini dimulai dari hari Senin, 5 Desember 2022 yakni materi Aksi Nyata dari modul 1.3. Aksi Nyata yang saya lakukan, saya tuangkan dalam portofolio saya dalam link berikut: https://s.id/Aksi_Nyata_Modul_1_3.

Pada hari yang sama merupakan batas pengumpulan tugas Demonstrasi Kontekstual Modul 1.3. Pada Demonstrasi Kontekstual ini diharapkan CGP memperbaiki visi sehingga bisa mewujudkan profil pelajar Pancasila pada murid di dalam kelas serta membuat prakarsa perubahan diri yang kemudian dijabarkan dalam kanvas BAGJA. Berikut hasil Demonstrasi Kontekstual Modul 1.3 yang berisi prakarsa perubahannya, saya sajikan pada https://s.id/Demontrasi_Kontekstual_Modul_1_3.

Selasa, 6 Desember 2022 materi Eksplorasi Konsep Modul 1.4

Pada hari ini, mulailah Eksplorasi Konsep Modul 1.4. Pada Eksplorasi Konsep ini peserta mendapat tugas untuk mempelajari materi secara mandiri, yakni materi tentang Budaya Positif yang memiliki banyak materi, yaitu Teori Kontrol, Makna Disiplin, Nilai-nilai Kebajikan, Teori Motivasi, Hukuman dan Penghargaan, Restitusi, Kebutuhan Dasar Manusia dan Dunia Berkualitas, Segitiga Restitusi serta Posisi Lima Kontrol. 

Salah satu hasil pengerjaan tugas pada Eksplorasi Konsep.

Tugas membuat keyakinan kelas

 

Rabu, 7 Desember 2022 adalah hari terakhir pengumpulan tugas Koneksi Antar Mater Modul 1.3. 

Tugas Koneksi Antar Materi Modul 1.3 ini diharapkan merefleksikan dan mengaitkan pemahaman antar modul yang telah dipelajari, dengan mengaitkan peran pendidik dalam mewujudkan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara dan Profil Pelajar Pancasila pada murid-muridnya dengan paradigma inkuiri apresiatif (IA) di sekolah. Selanjutnya, merevisi dan merumuskan dengan penuh keyakinan, visi yang telah dibuat sebelumnya menjadi sebuah visi yang membuat bersemangat dan menggerakkan hati setiap orang yang membacanya. Hasil pengerjaannya saya tuangkan dalam link berikut: https://s.id/Koneksi_Antar_Materi_Modul_1_4.

Sabtu, 10 Desember 2022 

Pada hari ini merupakan jadwal untuk Ruang Kolaborasi pertama. Dengan fasilitator Bapak Jarot Suseno,  kelas kami dibagi menjadi 4 kelompok untuk menganalisis 4 buah kasus yang berkaitan dengan budaya positif yang biasa terjadi dalam keseharian di sekolah, di mana masing-masing kelompok membahas 2 kasus. Hasil analisis tersebut harus dipresentasikan di Ruang Kolaborasi presentasi kelompok.


Ruang Kolaborasi Presentasi Kelompok



 

Rabu, 14 Desember 2022

 

Pada hari ini dilaksanakan Ruang Kolaborasi presentasi kelompok hasil dari analisis kasus. Dalam menganalisis kasus-kasus yang diberikan ini, CGP menerapkan teori Segitiga Restitusi serta Posisi Lima Kontrol. Hasil pengerjaan analisis kelompok kami, saya tautkan dalam https://s.id/Tugas_1_4_a_5_2.

 

 

Jumat, 16 Desember 2022

 

Selanjutnya, Jumat, 16 Desember 2022 terdapat kegiatan Elaborasi Pemahaman dengan instruktur Bapak Christian Puguh Sulistyo. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 15.00 dengan diskusi terkait pemahaman materi dengan berbagai pertanyaan pemantik. Dengan kegiatan ini, saya merasa semakin tercerahkan terhadap materi dari modul 1.4. 

 

 Feelings (Perasaan):

Materi-materi yang disajikan pada modul 1.4 ini sebenarnya sangat menarik karena mencantumkan berbagai contoh dalam keseharian di sekolah. Dengan mempelajari materi ini saya sangat berharap bisa menerapkan sebagai posisi manajer. Karena saya sangat berharap dalam menangani permasalahan murid, saya bisa berbuat sesuatu bersama murid saya, bisa mempersilakan murid mempertanggungjawabkan perilakunya dan mendukung murid agar menemukan solusi atas permasalahannya sendiri.

 

Findings (Pembelajaran)

Selama mempelajari modul 1.4 ini kembali membuka wawasan saya tentang cara menyelesaikan masalah dengan posisi sebagai manajer dan memahami dasar kebutuhan murid saya yang sedang bermasalah. Saya sangat berharap bisa menerapkannya dalam keseharian.

Future (Penerapan):

Setelah mempelajari modul 1.4 ini saya akan berusaha menerapkan teori Segitiga Restitusi serta Posisi Lima Kontrol dalam tugas Demonstrasi Kontekstual dan Aksi Nyata, serta dalam keseharian.

 

Sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.4 pada Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7. Sayangnya berbagai kegiatan tersebut tidak bisa saya sertakan dokumentasinya karena PC saya sedang diperbaiki :_(

Namun demikian, tetaplah Salam dan bahagia ^_^


Selasa, 06 Desember 2022

Tugas 1.3.a.9. Aksi Nyata ~ Modul 1.3

Bismillahirahmanirahim

Hari Sabtu, 3 Desember 2022 sudah direncanakan untuk praktik SBdP KD 4.3 Meragakan Penggunaan Properti Tari Daerah di kelas saya. Murid-murid saya terlihat sangat antusias. Hal ini dikarenakan mereka bisa memilih kelompok tarinya sendiri, yang saya batasi dalam satu kelompok maksimal 4 anak. Pemilihan secara mandiri ini bisa membuat anak lebih leluasa dalam bekerjasama dan membangun kekompakan. Bisa jadi anggota satu kelompoknya dari teman yang rumahnya dekat (sewilayah), ataupun yang se-circle dalam keseharian. Selain itu, saya juga memberi kebebasan dalam memilih tarian daerahnya, sehingga murid bisa dengan mandiri memilih tarian yang dirasa cocok dengan kelompok mereka. Kemudian karena Kompetensi Dasarnya berbunyi tentang memeragakan penggunakan properti tari maka murid saya juga saya wajibkan memakai properti yang harus disesuaikan dengan tari masing-masing kelompok. Hal ini mendorong kemandirian murid-murid saya untuk menyesuaikan kemampuan menari dan properti yang bisa dijangkau oleh kelompok mereka. Dan pada saat memraktikkannya, bermacam-macam properti tari bisa mereka manfaatkan untuk menunjang penampilannya, seperti selendang, topeng, ikat kepala, kacamata hitam, kain yang dipakai dipinggang sampai menutup paha. Berikut berbagai properti yang digunakan oleh murid-murid saya:







Kegiatan tersebut sesuai dengan visi saya di tugas 1.3.a.6. Demonstrasi Kontekstual, yaitu Mewujudkan Murid yang Unggul, Berwawasan Global dan Berkarakter dan prakarsa perubahan: mengembangkan pembelajaran yang meningkatkan kemandirian murid. Dengan pemantik kebebasan yang bertanggung jawab membuat murid-murid saya lebih mandiri daalam berkreasi. Demikian juga ketika ada yang ingin meminta bantuan memasangkan propertinya (ikat kepala dan kain), saya menyarankan untuk bekerjasama dengan teman satu kelompoknya untuk saling bantu. Hal tersebut membuat mereka mandiri secara berkolaborasi.

Semoga ke depannya murid-murid saya bisa semakin mandiri, sehingga prakarsa perubahan yang saya canangkan bisa terwujud, dan salah satu visi saya bisa tercapai. Aamiin.

Sabtu, 03 Desember 2022

Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Ketiga

 Bismillahirahmanirrahim


Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak. Jurnal Refleksi Dwimingguan ini berisi tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan dalam satu modul. Sebagai calon guru penggerak, saya akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.3. dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Program Guru Penggerak yang saya ikut, hari ini, 3 Desember 2022, telah memasuki dwi mingguaun ketiga. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan PGP ini telah berlangsung selama 1,5 bulan. Pada dwiminggu ketiga ini, kami telah mempelajari modul 1.3, yakni tentang Visi Guru Penggerak. Sebuah materi yang luar biasa. Seorang guru penggerak diharapkan mampu membuat sebuah kalimat visi yang bisa menggetarkan hati siapapun yang membacanya. Tidak hanya membuat kaliamt visi, namun juga diharapkan mampu membuat rencana perubahan yang tertata dan terencana melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA. Tentu ini sebuah materi yang luar biasa. Sementara materi yang dipelajari, secara terinci adlaah sebagai berikut:

  1. Inkuiri Apresiatif,
  2. Memimpin Perubahan Positif
  3. Mengelola Perubahan Positif
  4. Tahapan BAGJA
  5. Proses Inkuiri dalam BAGJA
  6. A - T - M

Facts (Peristiwa)

Senin, 21 November 2022 yakni materi Aksi Nyata dari modul 1.2

Refleksi Dwimingguan ini dimulai dari hari Senin, 21 November 2022 yakni materi Aksi Nyata dari modul 1.2. Aksi Nyata yang saya lakukan, saya tuangkan dalam video berikut: https://s.id/Aksi_Nyata_Modul_1_2.

Selasa, 22 November 2022 materi Eksplorasi Konsep Modul 1.3

Pada materi Ekplorasi Konsep Modul 1.3 ini peserta mendapat tugas untuk mempelajari materi secara mandiri, yakni materi tentang Inkuiri Apresiatif. Selanjutnya Inkuiri Apresiatif sebagai pendekatan manajemen perubahan (BAGJA). Melalui BAGJA calon guru penggerak bisa mengejawantahkan pola pikir yang tepat, visi yang kuat dan spirit yang membara.

Rabu, 23 November 2022 adalah jadwal saya untuk diberikan pendampingan yang pertama oleh Pengajar Praktik, yaitu Ibu Sri Lestariyani. Pendampingan 1 tersebut dimulai dari pukul 09.30 WIB berjalan dengan sangat baik. Dalam kegiatan tersebut bagaikan mendapatkan pencerahan dan jawaban atas segala kekhawatiran serta keresahan saya atas kegiatan selama program guru penggerak ini. 

  
Gambar pendampingan 1

Jumat, 25 November 2022, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, merupakan jadwal untuk Ruang Kolaborasi. Pada Ruang Kolaborasi pertama dengan fasilitator Bapak Jarot Suseno ini  kelas kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk membuat visi dan prakarsa perubahan melalui BAGJA. Ruang Kolaborasi presentasi kelompok dilanjutkan pada hari Selasa, 29 November 2022.

Dua hari sebelum Ruang Kolaborasi presentasi, yaitu Minggu, 27 November 2022 diselenggarakan Lokakarya I yang diadakan di SDN Margomulyo 1 Ngawi, di Jl. Yos Sudarso. Pada kegiatan ini saya masuk ke kelompok Ngawi 1, di mana tergabung dengan kelas lain dan diharapkan kami bisa berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dengan para pengajar praktik, yaitu Ibu Sri Lestariyani, Ibu Sumiati, dan Ibu Yayuk kami diberi pencerahan terkait dengan materi modul 1.3.


Foto bersama saat Lokakarya I 

Selanjutnya, Kamis, 1 Desember 2022 terdapat kegiatan Elaborasi Pemahaman dengan instruktur Bapak Yummy Pilipus Markus Pedjaga. Dari kegiatan ini semakin tercerahkanlah pemahaman kami terkait dengan materi dari modul 1.3. 

 Feelings (Perasaan):

Materi-materi yang dipelajari pada modul 1.3 ini berbagai macam perasaan yang saya rasakan, antara bangga namun juga khawatir tidak dapat melaksanakan pendidikan ini dengan baik dan maksimal, bahkan merasa minder karena melihat teman-teman calon guru penggerak lain yang semakin hebat. Semua terasa bercampur aduk dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. 

Findings (Pembelajaran)

Selama mempelajari modul 1.3 ini membuka wawasan saya tentang cara membuat visi dan cara pencapaian visi tersebut melalui BAGJA. Meskipun langkah yang kami jalani untuk melaksanakan langkah-langkah yang kami nyatakan dalam prakarsa perubahan BAGJA ini tidaklah mudah namun dari Forum Elaborasi Pemahaman yang disampaikan oleh Bapak Yummy Pilipus Markus Pedjaga, bahwa tantangan jangan dijadikan batu sandungan akan tetapi sebagai batu loncatan. Pernyataan tersebut sebenarnya digunakan untuk pembuatan visi dan pencapaiannya, namun bagi saya bisa saya artikan untuk melangkah menyelesaikan program ini.

Future (Penerapan):

Setelah mempelajari modul 1.3 ini saya akan berusaha menerapkan beberapa hal yang sudah disampaikan didalamnya, yaitu:

1. Membuat komunitas belajar di sekolah

  

2. Membuat visi dan melaksanakan langkah-langkah pencapaiannya sesuai dengan prakarsa perubahan yang dibuat dengan BAGJA.
VISI : MEWUJUDKAN MURID YANG UNGGUL DAN BERKARAKTER
Prakarsa Perubahan : Mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian murid

 
Gambar : Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian murid


Sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.3 Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7. Salam dan bahagia.