Beranda

Sabtu, 18 Maret 2023

Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Ketujuh

 Bismillahirahmanirrahim

Logo_Pendidikan_Guru_Penggerak-Final-removebg-preview.png

Salam dan bahagia..

Pembaca yang berbahagia, bertemu kembali dengan Jurnal Refleksi Dwimingguan Program Guru Penggerak Angkatan 7 saya dan ini merupakan Jurnal Dwiminggua ketujuh. Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak yang berisi tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan selama 2 minggu. Jurnal Refleksi Dwimingguan ini masih akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 2.3 dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Pada jurnal refleksi dwiminggu ketujuh ini, kami mempelajari modul 2.3, yaitu tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Pada modul ini memberikan ruang bagi peserta untuk berlatih membangun komunikasi yang empatik dan memberdayakan, sebagai seorang Pemimpin Pembelajaran dan Kepala Sekolah dalam membuat perubahan strategis yang mampu menggerakan komunitas sekolah pada ekosistem belajar yang ada. Perubahan strategis yang sejalan dengan semangat Merdeka Belajar akan meningkatkan kualitas kurikulum (standar isi-standar proses-standar penilaian) yang bermakna dan kualitas sumber daya guru dan tenaga kependidikan dalam mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid pada Satuan Pendidikan di masing-masing daerah peserta

Modul 2.3 memiliki capaian pembelajaran khusus, yaitu peserta diharapkan menjadi guru penggerak yang mampu:

  • menjelaskan konsep coaching secara umum;
  • membedakan coaching dengan pengembangan diri lainnya, yaitu mentoring, konseling, fasilitasi, dan training;
  • menjelaskan konsep coaching dalam dunia pendidikan sebagai pendekatan pengembangan kompetensi diri dan orang lain (rekan sejawat);
  • menjelaskan paradigma berpikir coaching dalam komunikasi yang memberdayakan untuk pengembangan kompetensi;
  • menjelaskan prinsip-prinsip coaching dalam komunikasi yang memberdayakan untuk pengembangan kompetensi;
  • mengaitkan antara paradigma berpikir dan prinsip-prinsip coaching dengan supervisi akademik; 
  • membedakan antara coaching, kolaborasi, konsultasi, dan evaluasi dalam rangka memberdayakan rekan sejawat;
  • melakukan percakapan coaching dengan alur TIRTA; 
  • mempraktikkan tiga kompetensi inti coachingcoaching presence, mendengar aktif, dan mengajukan pertanyaan berbobot dalam percakapan coaching;
  • menjelaskan jalannya percakapan coaching untuk membuat rencana, melakukan refleksi, memecahkan masalah, dan melakukan kalibrasi;
  • memberikan umpan balik dengan paradigma berpikir dan prinsip dan coaching
  • mempraktikan rangkaian supervisi akademik yang berdasarkan paradigma berpikir coaching.
Sedangkan materi yang dibahas dalam modul 2.3 ini adalah:
  1. Konsep coaching secara umum dan coaching dalam konteks pendidikan
  2. Paradigma berpikir dan prinsip coaching
  3. Kompetensi inti coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan coaching
  4. Supervisi akademik dengan paradigma berpikir coaching

Facts (Peristiwa)

Jumat, 10 Maret 2023

Pada hari Jumat, 11 Maret 2023 ini merupakan jadwal bagi saya untuk Pendampingan Individu 3 (PI-3). Dalam kegiatan tersebut dilakukan penguatan terhadap praktik modul 2.2 oleh Pengajar Praktik saya, yaitu Bu Sri Lestariyani.



Sabtu, 11 Maret 2023

Pada hari ini merupakan jadwal Lokakarya 3 yang bertempat di SMK PGRI 1 Ngawi. Pada kesempatan ini calon guru penggerak dibimbing untuk praktik pembelajaran berdiferensiasi dan praktik mindfullness berdasarkan rencana pembelajaran yang sudah dibuat. CGP menjadi lebih memahami materi dengan praktek-praktek tersebut. Berikut dokumentasinya:



Kamis, 16 Maret 2023

Kamis, 16 Maret 2023 adlaah jadwal dilaksanakan Ruang Kolaborasi pertama. Pada Ruang Kolaborasi pertama ini dibimbing oleh fasilitator kami, yaitu Bapak Jarot Suseno, yang membagi kami berpasangan untuk mempraktikkan kegiatan coaching. dengan alur TIRTA.


Jumat, 17 Maret 2023

Pada hari ini dilaksanakan Ruang Kolaborasi praktik coaching dengan alur TIRTA beserta masing-masing pasangan yang sudah ditentukan di ruang kolaborasi pertama. 


Feelings (Perasaan)

Yang saya rasakan ketika mempelajari materi ini adalah merasa bisa semakin berempati dan saya bisa membangun komunikasi dengan lebih baik. Suatu hal yang menyenangkan juga karena bisa membantu rekan sejawat dalam mengembangkan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan permasalahannya.

 

Findings (Pembelajaran)

Dengan mempelajari Coaching untuk Supervisi Akademik ini kami bisa berlatih membangun komunikasi yang empatik dan memberdayakan. Sehingga bisa membantu siapapun, dalam hal ini rekan sejawat untuk memberdayakan dirinya sehingga mampu mengembangkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya.


Future (Penerapan)

Setelah mempelajari modul 2.3 ke depannya saya akan mempraktikkan rangkaian supervisi akademik dengan menggunakan paradigma berpikir coaching dan melakukan refleksi terhadap praktik supervisi akademik tersebut. Hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan saya, dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid sebagaimana yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantara

Sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan ketujuh ini pada Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7.

Salam dan bahagia ^_^


Sabtu, 18 Maret 2023

Tidak ada komentar:

Posting Komentar