Aksi Nyata dalam modul 2.2 ini memiliki tujuan khusus:
Membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial dan
emosional dengan 4 indikator, yaitu: pengajaran eksplisit, integrasi
dalam praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim
kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan
tenaga kependidikan di sekolah dan serta merefleksikannya.
Dalam aksi nyata modul ini, refleksi yang bisa
disampaikan adalah sebagai berikut:
Peristiwa
Pembelajaran Modul 2.2 ini sebagaimana modul-modul sebelumnya, menggunakan
akronim MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep,
Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi
pemahaman, Koneksi Antarmateri dan Aksi Nyata. Dimulai
dengan mulai dari diri, kami diberikan beberapa pertanyaan tentang pengalaman
yang pernah kami alami yang berhubungan dengan tugas kami sebagai pendidik yang
berkaitan dengan sosial dan emosional serta bagaimana kami menghadapi dan bisa
bertahan dengan kasus tersebut, kemudian hikmah apa yang kami pelajari dari
kasus tersebut.
Selanjutnya kami diberikan materi pada eksplorasi konsep yang berisi
materi tentang Kompetensi Sosial Emosional, Pembelajaran Sosial Emosional serta
Implementasinya di sekolah. Selain itu juga diselingi dengan tugas-tugas yang
berisi refleksi dari tiap-tiap materi yang telah kami pelajari.
Untuk menambah pemahaman kami dalam mendalami modul tersebut, kami juga
melakukan tatap maya dengan fasilitator dalam ruang kolaborasi yang terbagi
atas 2 sesi, yaitu sesi diskusi pada hari Selasa, 28 Februari 2023 dan sesi
presentasi pada hari Rabu, 1 Maret 2023. Dengan dipandu oleh Bapak Jarot Suseno
selaku fasilitator, beliau memberikan pemantapan tentang modul Pembelajaran
Sosial Emosional.
Perasaan
Selama mempelajari modul 2.2 tentang Pembelajaran Sosial Emosional ini,
berbagai macam perasaan timbul pada diri saya, yakni seperti perasaan sedih
ketika harus mengingat pengalaman yang paling berat dalam hidup ini, lalu
bagaimana saya bisa bertahan dengan bangkit dari pengalaman tersebut, dan
bagaimana pengalaman tersebut bisa saya jadikan pijakan untuk menjadi pribadi
yang lebih baik lagi. Selain itu saya juga merasakan senang, karena
bertambah lagi ilmu terutama bagaimana saya mampu mengenali emosi yang sedang
saya maupun murid saya rasakan. Ternyata pembelajaran ini sangat penting dan
berguna, bukan hanya bagi guru dan murid, tetapi juga bagi komunitas sekolah.
Pembelajaran sosial dan emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang dilakukan
secara kolaboratif bagi seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi sebenarnya
memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah untuk memperoleh dan menerapkan
pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan
emosional. Saya merasa bersyukur sekali sudah sampai tahap ini. Saya, murid
saya dan rekan sejawat saya menjadi semakin baik dalam berperilaku di sekolah,
saling menghormati satu dengan yang lain.
Pembelajaran
Pembelajaran Sosial Emosional dilakukan berdasarkan kesadaran penuh
(mindfulness) dan well-being sebagai kondisi yang mencakup emosi dan suasana
hati yang positif, misalnya, kepuasan, kebahagiaan, tidak adanya emosi negatif,
misalnya, stress, depresi, kegelisahan. Well-being merupakan latihan kesadaran
penuh dalam kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Dalam Pembelajaran Sosial
Emosional tercetuslah 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yaitu: Kesadaran
diri, Pengelolaan diri, Kesadaran sosial, Keterampilan relasi, dan Pengambilan
Keputusan yang bertanggung jawab.
Yang saya peroleh pada saat menerapkan strategi Pembelajaran Sosial
Emosional berdasarkan kesadaran penuh (mindfulness) adalah adanya berbagai
pengalaman yang sangat berharga. Karena selain mengenali emosi diri, kita juga
dituntut untuk mampu mengelola emosi tersebut agar kita kembali ke keadaan
semula yaitu dalam keadaan yang bahagia. Selain itu, banyak lagi ilmu yang saya
dapatkan di modul ini seperti kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan
pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kesemua materi tersebut menjadikan
terciptanya hubungan yang baik dan positif dengan sesama rekan kerja, dengan
murid maupun dengan masyarakat di sekitar kita.
Penerapan
Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional bisa dilakukan dengan
pembelajaran secara eksplisit maupun terintegrasi dalam proses belajar guru dan
kurikulum akademik. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat dilakukan dengan
membentuk iklim kelas dan budaya sekolah serta dengan melakukan penguatan pada tenaga
pendidik maupun tenaga kepedidikan. Adapun tujuan utama Pembelajaran Sosial
Emosional itu sendiri adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik
dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal agar siswa merasa
nyaman dalam pembelajaran. Pembelajaran Sosial Emosional ini juga
diterapkan dalam hubungan dengan kepala sekolah maupun dengan sesama rekan guru
untuk menjaga agar kolaborasi tetap terjaga dan terciptanya lingkungan kerja
yang nyaman.
Sebagai aksi nyata terhadap pendalaman materi Pembelajaran Sosial
Emosional pada modul 2.2 ini saya berencana untuk menerapkannya terlebih dahulu
dalam lingkup sekolah seperti berlatih bernafas dengan teknik STOP dan sebagainya.
Kemudian akan menerapkan 5 Kompetensi Sosial Emosional yaitu: Kesadaran diri,
Pengelolaan diri, Kesadaran sosial, Keterampilan relasi, dan Pengambilan
Keputusan yang bertanggung jawab dalam berbagai kesempatan di lingkungan
sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar