Beranda

Selasa, 14 Maret 2023

Aksi Nyata Modul 2.2

Aksi Nyata dalam modul 2.2 ini memiliki tujuan khusus:

Membagikan pemahaman tentang implementasi pembelajaran sosial dan emosional dengan 4 indikator, yaitu:  pengajaran eksplisit, integrasi dalam  praktek mengajar guru dan kurikulum akademik, penciptaan iklim kelas dan sekolah, dan penguatan kompetensi sosial dan emosional pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah  dan serta merefleksikannya.

Dalam aksi nyata modul ini, refleksi yang bisa disampaikan adalah sebagai berikut:

Peristiwa

Pembelajaran Modul 2.2 ini sebagaimana modul-modul sebelumnya, menggunakan akronim MERDEKA, yaitu Mulai dari Diri, Eksplorasi Konsep, Ruang Kolaborasi, Demonstrasi Kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi Antarmateri dan Aksi Nyata. Dimulai dengan mulai dari diri, kami diberikan beberapa pertanyaan tentang pengalaman yang pernah kami alami yang berhubungan dengan tugas kami sebagai pendidik yang berkaitan dengan sosial dan emosional serta bagaimana kami menghadapi dan bisa bertahan dengan kasus tersebut, kemudian hikmah apa yang kami pelajari dari kasus tersebut. 

Selanjutnya kami diberikan materi pada eksplorasi konsep yang berisi materi tentang Kompetensi Sosial Emosional, Pembelajaran Sosial Emosional serta Implementasinya di sekolah. Selain itu juga diselingi dengan tugas-tugas yang berisi refleksi dari tiap-tiap materi yang telah kami pelajari.

Untuk menambah pemahaman kami dalam mendalami modul tersebut, kami juga melakukan tatap maya dengan fasilitator dalam ruang kolaborasi yang terbagi atas 2 sesi, yaitu sesi diskusi pada hari Selasa, 28 Februari 2023 dan sesi presentasi pada hari Rabu, 1 Maret 2023. Dengan dipandu oleh Bapak Jarot Suseno selaku fasilitator, beliau memberikan pemantapan tentang modul Pembelajaran Sosial Emosional. 

 

Perasaan

Selama mempelajari modul 2.2 tentang Pembelajaran Sosial Emosional ini, berbagai macam perasaan timbul pada diri saya, yakni seperti perasaan sedih ketika harus mengingat pengalaman yang paling berat dalam hidup ini, lalu bagaimana saya bisa bertahan dengan bangkit dari pengalaman tersebut, dan bagaimana pengalaman tersebut bisa saya jadikan pijakan untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Selain itu saya juga merasakan senang, karena bertambah lagi ilmu terutama bagaimana saya mampu mengenali emosi yang sedang saya maupun murid saya rasakan. Ternyata pembelajaran ini sangat penting dan berguna, bukan hanya bagi guru dan murid, tetapi juga bagi komunitas sekolah. Pembelajaran sosial dan emosional (PSE) merupakan pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif bagi seluruh komunitas sekolah. Proses kolaborasi sebenarnya memungkinkan anak dan orang dewasa di sekolah untuk memperoleh dan menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap positif mengenai aspek sosial dan emosional. Saya merasa bersyukur sekali sudah sampai tahap ini. Saya, murid saya dan rekan sejawat saya menjadi semakin baik dalam berperilaku di sekolah, saling menghormati satu dengan yang lain.

 

Pembelajaran

Pembelajaran Sosial Emosional dilakukan berdasarkan kesadaran penuh (mindfulness) dan well-being sebagai kondisi yang mencakup emosi dan suasana hati yang positif, misalnya, kepuasan, kebahagiaan, tidak adanya emosi negatif, misalnya, stress, depresi, kegelisahan. Well-being merupakan latihan kesadaran penuh dalam kondisi nyaman, sehat, dan bahagia. Dalam Pembelajaran Sosial Emosional tercetuslah 5 Kompetensi Sosial Emosional (KSE) yaitu: Kesadaran diri, Pengelolaan diri, Kesadaran sosial, Keterampilan relasi, dan Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab. 

Yang saya peroleh pada saat menerapkan strategi Pembelajaran Sosial Emosional berdasarkan kesadaran penuh (mindfulness) adalah adanya berbagai pengalaman yang sangat berharga. Karena selain mengenali emosi diri, kita juga dituntut untuk mampu mengelola emosi tersebut agar kita kembali ke keadaan semula yaitu dalam keadaan yang bahagia. Selain itu, banyak lagi ilmu yang saya dapatkan di modul ini seperti kesadaran sosial, keterampilan berelasi, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab. Kesemua materi tersebut menjadikan terciptanya hubungan yang baik dan positif dengan sesama rekan kerja, dengan murid maupun dengan masyarakat di sekitar kita.

 

Penerapan 

Penerapan Pembelajaran Sosial Emosional bisa dilakukan dengan pembelajaran secara eksplisit maupun terintegrasi dalam proses belajar guru dan kurikulum akademik. Selain itu, pembelajaran ini juga dapat dilakukan dengan membentuk iklim kelas dan budaya sekolah serta dengan melakukan penguatan pada tenaga pendidik maupun tenaga kepedidikan. Adapun tujuan utama Pembelajaran Sosial Emosional itu sendiri adalah untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman agar seluruh individu di sekolah dapat meningkatkan kompetensi akademik dan kesejahteraan psikologis (well-being) secara optimal agar siswa merasa nyaman dalam pembelajaran. Pembelajaran Sosial Emosional ini juga diterapkan dalam hubungan dengan kepala sekolah maupun dengan sesama rekan guru untuk menjaga agar kolaborasi tetap terjaga dan terciptanya lingkungan kerja yang nyaman.

 

Sebagai aksi nyata terhadap pendalaman materi Pembelajaran Sosial Emosional pada modul 2.2 ini saya berencana untuk menerapkannya terlebih dahulu dalam lingkup sekolah seperti berlatih bernafas dengan teknik STOP dan sebagainya. Kemudian akan menerapkan 5 Kompetensi Sosial Emosional yaitu: Kesadaran diri, Pengelolaan diri, Kesadaran sosial, Keterampilan relasi, dan Pengambilan Keputusan yang bertanggung jawab dalam berbagai kesempatan di lingkungan sekolah.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar