Bismillahirahmanirrahim
Salam dan bahagia..
Pembaca yang budiman.. dua minggu sudah perjalanan kami berlalu. Saatnya bertemu kembali dengan Jurnal Refleksi Dwimingguan Program Guru Penggerak Angkatan 7 saya dan ini merupakan Jurnal Dwiminggua kedelapan. Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak yang berisi tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan selama 2 minggu. Jurnal Refleksi Dwimingguan ini masih akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan kami selama dua minggu dalam mempelajari modul dalam LMS. Jurnal refleksi ini dibuat dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.
Pada jurnal refleksi dwiminggu kedelapan ini, kami masih mempelajari modul 2.3, yaitu tentang Coaching untuk Supervisi Akademik. Sebagaimana yang saya sampaikan pada jurnal refleksi ketujuh, modul ini memberikan ruang bagi peserta untuk berlatih membangun komunikasi yang empatik dan memberdayakan, sebagai seorang Pemimpin Pembelajaran dan Kepala Sekolah dalam membuat perubahan strategis yang mampu menggerakan komunitas sekolah pada ekosistem belajar yang ada.
Modul 2.3 membahas materi sebagai berikut:
- Konsep coaching secara umum dan coaching dalam konteks pendidikan
- Paradigma berpikir dan prinsip coaching
- Kompetensi inti coaching dan TIRTA sebagai alur percakapan coaching
- Supervisi akademik dengan paradigma berpikir coaching
Findings (Pembelajaran)
Dengan mempelajari Coaching untuk Supervisi Akademik ini kami bisa berlatih membangun komunikasi yang empatik dan memberdayakan. Sehingga bisa membantu siapapun, dalam hal ini rekan sejawat untuk memberdayakan dirinya sehingga mampu mengembangkan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan permasalahan yang sedang dihadapinya.
Future (Penerapan)
Setelah mempelajari modul 2.3 ke depannya saya akan mempraktikkan Aksi Nyata yang merupakan rangkaian supervisi akademik dengan menggunakan paradigma berpikir coaching dan melakukan refleksi terhadap praktik supervisi akademik tersebut. Hal ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya guru dan tenaga kependidikan di satuan pendidikan saya, dalam upaya mewujudkan pendidikan yang berpihak pada murid sebagaimana yang dicita-citakan Ki Hajar Dewantara.
Sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan kedelapan ini pada Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7.
Salam dan bahagia ^_^
Ngawi, 1 April 2023


Tidak ada komentar:
Posting Komentar