Bismillahirahmanirrahim
Salam dan bahagia..
Pembaca
yang budiman.. kembali lagi bertemu dengan Jurnal Refleksi Dwimingguan Program
Guru Penggerak Angkatan 7 saya dan ini merupakan Jurnal Dwiminggua kesembilan.
Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh
calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak yang berisi tulisan tentang
refleksi diri setelah mengikuti kegiatan selama 2 minggu. Jurnal Refleksi
Dwimingguan ini masih akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan kami selama
dua minggu dalam mempelajari modul dalam LMS. Jurnal refleksi ini dibuat dengan
model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr.
Roger Greenaway.
Pada jurnal
refleksi dwiminggu kesembilan ini, kami mempelajari modul 3.1, yaitu tentang Pengambilan
Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin. Sebagai seorang
pemimpin pembelajaran tentu kita sering dihadapkan pada permasalahan yang
membutuhkan penyelesaian yang tepat. Ketepatan penyelesaian permasalahan tidak
bisa dipungkiri berasal dari pengambilan keputusan yang sesuai dengan situasi
dan kondisi permasalahan. Dengan kesesuaian pengambilan keputusan hingga
menghasilkan solusi yang tepat terhadap suatu permasalahan, menjadikan kita
sebagai pemimpin pembelajaran yang tangguh dan selalu menjaga suasana di
sekitar kita menjadi kondusif.
Berdasarkan
modul 3.1 ini, seorang calon guru penggerak diberikan materi tentang
pengambilan keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan. Pengambilan
keputusan ini memuat 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan. Dengan mempelajari ini, diharapkan calon guru penggerak
bisa mengambil keputusan-keputusan yang secara langsung atau tidak, menentukan
arah dan tujuan suatu institusi atau lembaga serta menunjukkan nilai-nilai atau
integritas dari institusinya, yang pada akhirnya berpengaruh kepada mutu pendidikan
yang didapatkan murid-muridnya.
Modul 3.1
memiliki capaian pembelajaran khusus, yaitu peserta diharapkan menjadi guru
penggerak yang mampu:
· CGP dapat menjelaskan pentingnya konsep pengambilan keputusan
berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai seorang pemimpin dalam sekolah sebagai
institusi moral.
· CGP dapat menjelaskan pentingnya pengambilan keputusan seorang
pemimpin yang berdasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab,
serta berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal.
· CGP
bersikap reflektif, kritis, dan terbuka dalam menganalisis nilai-nilai
kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan keputusan dilema etika.
Sementara itu dalam modul ini membahas
materi sebagai berikut:
1.
Sekolah sebagai Institusi Moral
2.
Bujukan Moral dan Dilema Etika
3.
Prinsip Pengambilan Keputusan
4.
Pengambilan dan Pengujian
Keputusan
Facts (Peristiwa)
Senin, 3 April 2023
Rabu, 5 April 2023
Pada hari ini merupakan jadwal ruang kolaborasi yang pertama dengan dipandu oleh fasilitator kami, yaitu Bapak Jarot Suseno. Dalam ruang kolaborasi ini kami diberi tugas untuk menganalisis sebuah kasus, di mana kasus tersebut merupakan pilihan dan kesepakatan kelompok. Analisis yang harus kami lakukan adalah sebagai berikut:
· Paradigma apa yang digunakan dalam
studi kasus pilihan?
· Prinsip mana yang mendasari
pilihan pengambilan keputusan yang diambil?
· Tahapan pengambilan dan
pengujian terhadap studi kasus pilihan, apakah telah tepat, atau belum?
Mengapa? Masihkah ada pertanyaan-pertanyaan lanjutan dalam benak, apakah
pilihan pengambilan keputusan ini telah tepat?
Pada hari Kamis, 6 April 2023 adalah jadwal bagi saya untuk diadakannya Pendampingan Individu 4. Kegiatan pada pendampingan individu kali ini merupakan Aksi Nyata dari Modul 2.2, yakni mendemonstrasikan pembelajaran sosial dan emosional di hadapan Pengajar Praktik, dalam hal ini Pengajar Praktik saya adalah Ibu Sri Lestariyani. Saat itu saya praktik dengan kelas 4 dengan tema kepahlawanan. Kelas saya begi berdasarkan profil belajarnya, yaitu audiotori, kinestetis dan beberapa murid yang memilik pemahaman kurang. Dengan pembagian tersebut tentu saya menerapkan diferensiasi konten serta diferensiasi produk. Berikut adalah dokumentasinya:
Pada hari tersebut saya melakukan kegiatan wawancara dengan Kepala SDN Kartoharjo 2, Ibu Frestia Fatikhatil Kharo, S.Pd. Wawancara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam mengerjakan tugas 3.1.a.6 Demonstrasi Kontekstual. Pada demonstrasi kontekstual modul 3.1 ini calon guru penggerak diberikan tugas untuk melakukan wawancara dengan pimpinan/kepala sekolah tentang praktik pengambilan keputusan selama ini di sekolah asal, dan juga di tempat/lingkungan lain. Hasil wawancara ini akan dianalisis berdasarkan konsep-konsep yang telah dipelajari di modul 3.1 ini. Hasil analisis akan dijadikan sebuah refleksi atas praktik pengambilan keputusan dilema etika yang telah dijalankan di sekolah masing-masing. Berikut adalah dokumetasi dengan Ibu Frestia Fatikhatil Kharo, S.Pd.
Selasa, 11 April 2023
Selasa, 11 April 2023 ini saya mengikuti dua kegiatan, yakni melanjutkan wawancara dengan pimpinan sekolah di sekitar serta kegiatan yang kedua adalah ruang kolaborasi kedua. Pada kegiatan wawancara kedua, saya mewawancarai kepala SDN Kandangan 1, yaitu Ibu Arum Sulistyowati, S.Pd. Dokumentasi kegiatan wawancara tersebut adalah:
Sedangkan hasil pengerjaan tugas demonstrasi kontekstual tersebut bisa pembaca simak dalam tautan berikut: https://s.id/DK3_1
Pada hari ini juga merupakan jadwal
untuk ruang kolaborasi kedua masih di bawah bimbingan Bapak Jarot Suseno. Kegiatan
hari ini adalah presentasi hasil diskusi kelompok pada ruang kolaborasi
pertama. Hasil diskusi kami dapat diakses melalui tautan https://s.id/RuKol3_1 dan berikut adalah
dokumentasi kegiatan tersebut:
Jumat, 14 April 2023
Jumat, 14 April 2023 kelas kami mengikuti jadwal Elaborasi Pemahaman. Pada kegiatan ini kami dibimbing oleh seorang instruktur yang luar biasa, yaitu Ibu Yuni Widiastuti dari Rumah MainStream. Berikut adalah dokumentasi dari kegiatan tersebut:
Sabtu, 15 April 2023
Pada hari ini adalah jadwal Lokakarya 4 yang diadakan di SMK PGRI 1 Ngawi. Pada kegiatan ini membahas modul 2.3, yaitu praktik coaching dan supervisi akademik. Bersama bimbingan 3 orang pengajar praktik, yaitu Ibu Sri Lestariyani, Ibu Sri Sumiati dan bapak Sutarno, kami diberi tugas untuk praktik coaching serta supervisi akademik sebagaimana yang telah kami praktikkan sebelumnya untuk memenuhi tugas pada madul 2.3. berikut adalah dokumentasinya:
Feels (Perasaan)
Perasaan yang
saya alami dalam mempelajari modul ini sungguh luar biasa senang. Hal ini
dikarenakan saya mendapatkan ilmu yang luar biasa berharga bagi pemimpin
pembelajaran, yaitu pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan. Sebagai
seorang pemimpin pembelajaran tentu kita sering dihadapkan pada permasalahan
yang membutuhkan penyelesaian yang tepat. Sesuai dengan tujuan modul ini, yaitu
sebagai pemimpin pembelajaran dan pengambilan keputusan
hendaknya didasarkan 3 unsur yaitu berpihak pada murid, bertanggung jawab, serta
berdasarkan nilai-nilai kebajikan universal. Saya
merasa bangga karena dengan mempelajari ini, saya
sangat berharap bisa mengambil keputusan-keputusan yang secara langsung atau
tidak, menentukan arah dan tujuan suatu institusi atau lembaga serta
menunjukkan nilai-nilai atau integritas dari institusi saya, yang pada akhirnya
berpengaruh kepada mutu pendidikan yang didapatkan murid-murid.
Findings (Pembelajaran)
Dengan
mempelajari modul 3.1 yaitu pengambilan
keputusan yang berbasis nilai-nilai kebajikan kami berlatih untuk menjadi terampil
dalam hal pengambilan keputusan ini memuat 4 paradigma, 3 prinsip dan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan. Dengan mempelajari ini, diharapkan kami
bisa mengambil keputusan-keputusan yang secara langsung atau tidak, menentukan
arah dan tujuan suatu institusi atau lembaga serta menunjukkan nilai-nilai atau
integritas dari institusinya, yang pada akhirnya berpengaruh kepada mutu pendidikan
yang didapatkan murid-muridnya.
Future (Penerapan)
Setelah mempelajari
modul 2.3 ke depannya saya akan untuk mempraktikkan proses pengambilan
keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah. Dengan hal
tersebut tentu saya berharap bisa bersikap reflektif, kritis, dan terbuka dalam
menganalisis nilai-nilai kebajikan yang terkandung dalam sebuah pengambilan
keputusan dilema etika.
Sekian
pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan kesembilan ini pada Pendidikan
Calon Guru Penggerak Angkatan 7.
Salam dan bahagia ^_^
Ngawi, 15 April 2023





.jpeg)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar