Beranda

Sabtu, 03 Desember 2022

Jurnal Refleksi Dwimingguan ~ Ketiga

 Bismillahirahmanirrahim


Jurnal Refleksi Dwimingguan merupakan salah satu tugas yang harus dibuat oleh calon guru penggerak pada pendidikan guru penggerak. Jurnal Refleksi Dwimingguan ini berisi tulisan tentang refleksi diri setelah mengikuti kegiatan dalam satu modul. Sebagai calon guru penggerak, saya akan merefleksikan seluruh rangkaian kegiatan selama mempelajari modul 1.3. dengan model refleksi 4F (Fact, Feeling, Findings, Future) yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway.

Program Guru Penggerak yang saya ikut, hari ini, 3 Desember 2022, telah memasuki dwi mingguaun ketiga. Hal ini berarti bahwa pelaksanaan PGP ini telah berlangsung selama 1,5 bulan. Pada dwiminggu ketiga ini, kami telah mempelajari modul 1.3, yakni tentang Visi Guru Penggerak. Sebuah materi yang luar biasa. Seorang guru penggerak diharapkan mampu membuat sebuah kalimat visi yang bisa menggetarkan hati siapapun yang membacanya. Tidak hanya membuat kaliamt visi, namun juga diharapkan mampu membuat rencana perubahan yang tertata dan terencana melalui pendekatan Inkuiri Apresiatif BAGJA. Tentu ini sebuah materi yang luar biasa. Sementara materi yang dipelajari, secara terinci adlaah sebagai berikut:

  1. Inkuiri Apresiatif,
  2. Memimpin Perubahan Positif
  3. Mengelola Perubahan Positif
  4. Tahapan BAGJA
  5. Proses Inkuiri dalam BAGJA
  6. A - T - M

Facts (Peristiwa)

Senin, 21 November 2022 yakni materi Aksi Nyata dari modul 1.2

Refleksi Dwimingguan ini dimulai dari hari Senin, 21 November 2022 yakni materi Aksi Nyata dari modul 1.2. Aksi Nyata yang saya lakukan, saya tuangkan dalam video berikut: https://s.id/Aksi_Nyata_Modul_1_2.

Selasa, 22 November 2022 materi Eksplorasi Konsep Modul 1.3

Pada materi Ekplorasi Konsep Modul 1.3 ini peserta mendapat tugas untuk mempelajari materi secara mandiri, yakni materi tentang Inkuiri Apresiatif. Selanjutnya Inkuiri Apresiatif sebagai pendekatan manajemen perubahan (BAGJA). Melalui BAGJA calon guru penggerak bisa mengejawantahkan pola pikir yang tepat, visi yang kuat dan spirit yang membara.

Rabu, 23 November 2022 adalah jadwal saya untuk diberikan pendampingan yang pertama oleh Pengajar Praktik, yaitu Ibu Sri Lestariyani. Pendampingan 1 tersebut dimulai dari pukul 09.30 WIB berjalan dengan sangat baik. Dalam kegiatan tersebut bagaikan mendapatkan pencerahan dan jawaban atas segala kekhawatiran serta keresahan saya atas kegiatan selama program guru penggerak ini. 

  
Gambar pendampingan 1

Jumat, 25 November 2022, bertepatan dengan Hari Guru Nasional, merupakan jadwal untuk Ruang Kolaborasi. Pada Ruang Kolaborasi pertama dengan fasilitator Bapak Jarot Suseno ini  kelas kami dibagi menjadi 2 kelompok untuk membuat visi dan prakarsa perubahan melalui BAGJA. Ruang Kolaborasi presentasi kelompok dilanjutkan pada hari Selasa, 29 November 2022.

Dua hari sebelum Ruang Kolaborasi presentasi, yaitu Minggu, 27 November 2022 diselenggarakan Lokakarya I yang diadakan di SDN Margomulyo 1 Ngawi, di Jl. Yos Sudarso. Pada kegiatan ini saya masuk ke kelompok Ngawi 1, di mana tergabung dengan kelas lain dan diharapkan kami bisa berkolaborasi untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Dengan para pengajar praktik, yaitu Ibu Sri Lestariyani, Ibu Sumiati, dan Ibu Yayuk kami diberi pencerahan terkait dengan materi modul 1.3.


Foto bersama saat Lokakarya I 

Selanjutnya, Kamis, 1 Desember 2022 terdapat kegiatan Elaborasi Pemahaman dengan instruktur Bapak Yummy Pilipus Markus Pedjaga. Dari kegiatan ini semakin tercerahkanlah pemahaman kami terkait dengan materi dari modul 1.3. 

 Feelings (Perasaan):

Materi-materi yang dipelajari pada modul 1.3 ini berbagai macam perasaan yang saya rasakan, antara bangga namun juga khawatir tidak dapat melaksanakan pendidikan ini dengan baik dan maksimal, bahkan merasa minder karena melihat teman-teman calon guru penggerak lain yang semakin hebat. Semua terasa bercampur aduk dengan keinginan dan tekad yang kuat untuk dapat menyelesaikan Program Guru Penggerak ini. 

Findings (Pembelajaran)

Selama mempelajari modul 1.3 ini membuka wawasan saya tentang cara membuat visi dan cara pencapaian visi tersebut melalui BAGJA. Meskipun langkah yang kami jalani untuk melaksanakan langkah-langkah yang kami nyatakan dalam prakarsa perubahan BAGJA ini tidaklah mudah namun dari Forum Elaborasi Pemahaman yang disampaikan oleh Bapak Yummy Pilipus Markus Pedjaga, bahwa tantangan jangan dijadikan batu sandungan akan tetapi sebagai batu loncatan. Pernyataan tersebut sebenarnya digunakan untuk pembuatan visi dan pencapaiannya, namun bagi saya bisa saya artikan untuk melangkah menyelesaikan program ini.

Future (Penerapan):

Setelah mempelajari modul 1.3 ini saya akan berusaha menerapkan beberapa hal yang sudah disampaikan didalamnya, yaitu:

1. Membuat komunitas belajar di sekolah

  

2. Membuat visi dan melaksanakan langkah-langkah pencapaiannya sesuai dengan prakarsa perubahan yang dibuat dengan BAGJA.
VISI : MEWUJUDKAN MURID YANG UNGGUL DAN BERKARAKTER
Prakarsa Perubahan : Mengembangkan pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian murid

 
Gambar : Pelaksanaan pembelajaran untuk meningkatkan kemandirian murid


Sekian pemaparan saya dalam Jurnal Refleksi Dwimingguan Modul 1.3 Pendidikan Calon Guru Penggerak Angkatan 7. Salam dan bahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar